Mempartisi penyimpanan berarti membagi satu drive menjadi beberapa bagian, misalnya memisahkan drive C untuk sistem dan drive D untuk data. Cara ini membuat data lebih rapi dan lebih aman saat suatu saat Windows perlu diinstal ulang. Windows sudah punya tool bawaan bernama Disk Management, jadi kamu tidak perlu aplikasi tambahan.
Langkah Membuat Partisi Baru
- Klik kanan tombol Start, pilih Disk Management.
- Klik kanan pada drive yang ingin dibagi (misalnya C:), pilih Shrink Volume.
- Masukkan jumlah ruang (dalam MB) yang ingin dipisahkan, lalu klik Shrink.
- Akan muncul ruang Unallocated. Klik kanan ruang itu, pilih New Simple Volume.
- Ikuti wizard, beri huruf drive dan format NTFS, lalu selesai.
Hal Penting Sebelum Mempartisi
Selalu backup data penting terlebih dahulu. Walau proses shrink umumnya aman, gangguan listrik di tengah jalan bisa berisiko. Pastikan juga menyisakan ruang yang cukup untuk drive C (minimal 60-80 GB) agar Windows dan update tetap lancar.
SSD vs Hardisk: Apa Bedanya Saat Partisi?
Proses partisi sama saja untuk SSD maupun hardisk. Bedanya, pada SSD kamu tidak perlu melakukan defragmentasi setelahnya. Jika laptop terasa lambat dan masih pakai hardisk, mengganti ke SSD biasanya memberi peningkatan kecepatan paling besar.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah mempartisi menghapus data?
Tidak, selama kamu memakai fitur Shrink Volume. Yang dipindahkan hanya ruang kosong. Tetap lakukan backup untuk berjaga-jaga.
Berapa partisi yang ideal?
Dua sudah cukup: C untuk sistem dan D untuk data. Terlalu banyak partisi malah menyulitkan pengaturan ruang.
Bisa menggabung partisi lagi?
Bisa, lewat Extend Volume di Disk Management, asalkan ruang kosongnya bersebelahan.
Pakai Alat Cek Laptop Gratis Royal Laptop Jogja untuk mengecek 10+ komponen (layar, keyboard, baterai, speaker, dan lainnya) langsung dari browser. Selesai cek, kamu bisa unduh hasilnya dalam PDF dan dapat voucher servis Rp50.000.





